www.forumkotaprobolinggosehat.org

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Section Blog Sarana Lalu Lintas dan Pelayanan Transportasi Indikator Tatanan Kawasan Tertib Lalu Lintas dan Pelayanan Transportasi

Indikator Tatanan Kawasan Tertib Lalu Lintas dan Pelayanan Transportasi

E-mail Print PDF

Kota Sehat secara sederhana dapat diartikan sebagai kota yang situasi dan kondisinya menjamin seluruh penduduknya agar dapat melaksanakan tugas dan aktifitas masing-masing dengan baik dan produktif. Konsep Kota Sehat merupakan pola pendekatan untuk mencapai kondisi kota yang aman, nyaman dan sehat bagi warganya melalui upaya peningkatan kualitas lingkungan fisik, sosial dan budaya secara optimal sehingga dapat mendukung peningkatan produktifitas dan perekonomian wilayah (atau lebih bertujuan kepada good governance).

Masalah-masalah perkotaan, seperti kepadatan lalu lintas, pencemaran udara, kriminalitas, pelayanan masyarakat yang kurang optimal dan meningkatnya penyakit pernapasan menjadi masalah yang dihadapi oleh masyarakat perkotaan.

Melihat perkembangan masalah tersebut, lingkungan fisik, sosial dan budaya perkotaan berada pada situasi yang rawan. Apabila kecenderungan tersebut tidak dikendalikan, maka ketahanan daya dukung daerah perkotaan akan lemah.        Upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan fisik dan sosial secara terus–menerus dilakukan dengan memberdayakan masyarakat perkotaan, diharapkan dapat menciptakan kondisi yang mengarah kepada pencapaian kota idaman atau kota sehat yang memberikan kenyamanan, keamanan, ketentraman dan kesehatan bagi masyarakat perkotaan dalam menjalankan kegiatan kehidupannya

Dalam penyelenggaraan Program Kota Sehat di Kota Probolinggo khususnya Tatanan Kawasan Tertib Lalu Lintas dan Pelayanan Transportasi lebih difokuskan pada Terminal Bayuangga, Balai Pengujian Kendaraan Bermotor, Jl. Panglima Sudirman, Jl. Pahlawan dan sebagainya dimana hal ini sesuai dengan Keputusan Walikota Probolinggo No. 188.45/ 189/ KEP/ 425.012/ 2010 tentang Lokasi Unggulan pada Tatanan Kawasan Kota Probolinggo Sehat Tahun 2010.

Indikator Penilaian Tatanan Kawasan  Tertib Lalu Lintas dan Pelayanan Transportasi

Dalam rangka mewujudkan Kota Probolinggo yang tertib lalu lintas dan transportasi, Pemerintah Kota Probolinggo telah melakukan berbagai inovasi  dibidang transportasi. Upaya ini telah dibuktikan dengan diraihnya Penghargaan Wahana Tata Nugraha pada Tahun 2007 - 2009. Konsep Tatanan Kawasan Tertib Lalu Lintas dan Pelayanan Transportasi ini mencakup enam aspek penting, yaitu pelayanan angkutan umum, bis, angkota, pelayanan terminal dan halte, rawan kecelakaan, penataan, tertib lalulintas dan keselamatan serta kemasyarakatan. Kebijakan dan implementasi pengembangan Kota Sehat Tatanan Kawasan Tertib Lalu Lintas dan Pelayanan Transportasi Sehat di Kota Probolinggo dapat dijabarkan berdasarkan indikator sebagai berikut :

1. Adanya Kawasan Car Free Day

Dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Probolinggo dengan menggerakan sektor riil dan mewujudkan udara yang bersih dan sehat maka Pemerintah Kota Probolinggo mengadakan kegiatan MPS2 yang diadakan setiap 3 (tiga) bulan sekali pada hari Minggu mulai pukul 05.00-09.00 WIB yang berlokasi di Jl.Panglima Sudirman hingga Jl.Gatot Soebroto dimana setiap pengunjung diwajibkan untuk berjalan kaki menuju stan-stan penjualan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Walikota Probolinggo Nomor 17 Tahun 2009 Tentang Kegiatan Pagi di Jalan Panglima Sudirman “Morning On Panglima Sudirman (MPS2).”

2. Kondisi Terminal Bersih, Teratur dan Rapi

Di Terminal Bayuangga terdapat 6 (enam) jalur pemberangkatan bis dan 6 (enam) jalur khusus angkutan kota, yang dilengkapi dengan papan jurusan untuk memudahkan calon penumpang. Untuk penataan terminal ini telah ditetapkan Keputusan Walikota Probolinggo Nomor : 188.45/ KEP/ 425.012/ 2006 tentang Terminal Transportasi Jalan Kota Probolinggo. Selain itu agar keadaan terminal selalu bersih dan rapi maka dilakukan pembersihan halaman dan di dalam terminal oleh petugas kebersihan yang dilakukan setiap hari.

3. Terdapat Fasilitas Umum di Terminal (Ruang Tunggu, Toilet, Tempat Parkir, Tempat Ibadah, Tempat Sampah, Taman, Fasilitas Kesehatan/ P3K)

Pada Terminal Bayuangga telah disediakan ruang tunggu kedatangan/ keberangkatan bis yang dilengkapi dengan toilet, musholla dan fasilitas tempat makan serta smooking area bagi perokok. Selain itu juga telah dilengkapi dengan pos kesehatan yang dilaksanakan oleh petugas puskesmas/ dinas kesehatan. Dan bagi pengantar penumpang telah disediakan tempat parkir untuk memarkir kendaraan dan tempat penitipan kendaraan motor bagi penumpang yang akan berpergian dengan bis.

4. Kriminalitas/ Keluhan Kriminal di Terminal Berkurang

Untuk menjamin keamanan penumpang, baik yang datang ataupun yang akan bepergian ditempatkan Satpam di dalam terminal dan dilaksanakan operasi rutin oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja.

5. Adanya Larangan Merokok di Terminal & Kendaraan Umum

Untuk memenuhi syarat kendaraan umum yang bersih dan higienis serta bebas rokok, telah dipasang stiker pada setiap angkutan kota berupa himbauan untuk tidak merokok pada saat mengendarai Angkot pada 215 unit Angkot. Sedangkan bagi perokok telah disediakan smoking area yang dilengkapi dengan kursi dan exhaust fan di Terminal Bayuangga.

6. Adanya Pemeriksaan Kelayakan Kendaraan Secara Rutin

Pengujian kendaraan dilakukan setiap 6 bulan sekali dimana pelaksanaan uji kendaraan ini mengalami peningkatan pada setiap tahunnya dimana pada tahun 2008 kendaraan yang diuji sebanyak 5813 kendaraan, sedangkan pada tahun 2009 sebesar 6228 kendaraan.

7. Adanya Pemeriksaan Emisi Secara Rutin Kendaraan Umum

Untuk memenuhi persyaratan emisi kendaraan bermotor dilakukan uji kendaraan bermotor dengan pengecekan emisi gas buang (smoke tester/COHC) dan kebisingan (noise tester) sebagai salah satu persyaratan laik jalan. Hal ini sebagai tindak lanjut dari Peraturan Daerah Kota Probolinggo Nomor 19 Tahun 2001 tentang Pengujian Kendaraan Bermotor. Balai Pengujian Kendaraan Bermotor Kota Probolinggo terletak di Jl. KH Genggong. Adapun  pengujian ini dilakukan untuk kendaraan bermotor jenis mobil bus, mobil barang, traktor, kereta gandengan, kereta tempelan dan kendaraan umum.

8. Angka Kecelakaan Lalu Lintas Berkurang

Berdasarkan data Satlantas Kota Probolinggo, tingkat kecelakaan lalulintas di Kota Probolinggo mengalami peningkatan sebanyak 18 kasus dimana pada tahun 2009 sebanyak 84 kasus, sedangkan data kecelakaan pada tahun 2010 sebanyak 102 kasus. Oleh sebab itu dalam rangka menurunkan terjadinya kasus kecelakaan/ pelanggaran lalulintas dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengendarai kendaraan secara aman dan baik maka Pemerintah Kota Probolinggo memberikan sosialisasi dan pembinaan tentang kedisplinan berlalu lintas kepada para tukang becak dan sopir angkutan kota. Sementara itu, untuk mendukung kelancaran layanan transportasi serta terkait dengan penanganan dan pengelolaan manajemen angkutan daerah, di  Kota Probolinggo telah dibentuk Badan Pembina Transportasi Daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Walikota Probolinggo Nomor  62 Tahun 2007 Tentang Badan Pembina Transportasi Daerah.

9. Adanya Fasilitas Pejalan Kaki Yang Layak Digunakan

Untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki maka Pemerintah Kota Probolinggo telah menyediakan beberapa fasilitas bagi pejalan kaki antara lain :

a.  Trotoar sebagai jalur khusus pejalan kaki ;

b.  Zebra Cross untuk memudahkan pejalan kaki menyebrang jalan ;

c.  Moving Sign sebagai pengarah arus lalulintas untuk memudahkan pengguna jalan ;

d.  Yellow crosing sebagai sarana keselamatan pengguna jalan di perempatan dan sekolah-sekolah.

10. Kendaran Umum Bersih dan Bebas Rokok

Sebagai perwujudan kendaraan umum yang bersih dan bebas rokok maka telah dipasang stiker pada setiap angkutan kota berupa himbauan untuk tidak merokok pada saat mengendarai Angkot pada 215 unit Angkot.

11. Pemeriksaan Kesehatan Rutin Pada Pengemudi

Pada Terminal Bayuangga telah disediakan pos kesehatan yang dikelola oleh Dinas Kesehatan/ Petugas Puskesmas sebagai sarana pemeriksaan kesehatan bagi pengunjung maupun pengemudi di terminal. Selain itu guna memberikan layanan kepada korban kecelakaan disiapkan Puskesmas untuk memberikan Pelayanan Gawat Darurat antara lain Puskesmas Wonoasih, Puskesmas Kedopok dan Puskesmas Ketapang yang letaknya berada di daerah rawan kecelakaan.

12. Melaksanakan Standart Pelayanan Minimal di Terminal

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat maka dibentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal Bayuangga sesuai dengan Keputusan Walikota Nomor : 16 Tahun 2008. Selain itu juga telah disusun dan dilaksanakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada Terminal Bayuangga (terlampir).

13. Tersedia Halte Yang Memenuhi Syarat

Pemerintah Kota Probolinggo telah membangun halte untuk memberikan tempat bagi masyarakat yang menunggu angkutan kota (Angkot) dan menaikkan/ menurunkan penumpang. Lokasi halte-halte tersebut diletakkan   di tempat-tempat yang strategis dan sejuk sehingga masyarakat yang menunggu Angkot dapat duduk ataupun sekedar berteduh sejenak dari panasnya terik matahari ataupun hujan.

14. Tersedia Rambu Peringatan di Daerah Rawan Kecelakaan

Guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan maka pada jalur-jalur tertentu dan rawan kecelakaan utamanya pada kawasan Tertib lalu Lintas telah terpasang rambu-rambu lalu lintas. Beberapa inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Probolinggo dalam bidang lalulintas antara lain :

a. Pembuatan yellow crossing pada setiap perempatan dan sekolah-sekolah. Hal ini dimaksudkan sebagai sarana keselamatan pengguna jalan di perempatan dan sekolah-sekolah

b. Fasilitas keselamatan sekolah sebagai zone tersendiri merupakan sarana jaminan keselamatan bagi siswa sekolah-sekolah

c. Pulau Lalu lintas sebagai pengarah arus lalulintas untuk memudahkan pengguna jalan

d. Pemasangan moving sign lalu lintas untuk himbauan kepada masyarakat pengguna jalan agar senantiasa mentaati peraturan lalu lintas

e. Pemasangan CCTV di perempatan, sebagai pengontrol kepadatan arus lalu lintas dan pemantauan pelanggaran lalu lintas di persimpangan.

15. Menurunnya Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas

Ketertiban dan keselamatan transportasi perlu didukung adanya kelayakan kendaraan bermotor, pengaturan lalulintas dan kesadaran masyarakat dalam berkendara. Berdasarkan data Satlantas Kota Probolinggo, tingkat kecelakaan lalulintas di Kota Probolinggo mengalami peningkatan sebanyak 18 kasus dimana pada tahun 2009 sebanyak 84 kasus, sedangkan data kecelakaan pada tahun 2010 sebanyak 102 kasus. Dalam rangka menurunkan terjadinya kasus kecelakaan/ pelanggaran lalulintas dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengendarai kendaraan secara aman dan baik maka Pemerintah Kota Probolinggo memberikan sosialisasi dan pembinaan tentang kedisplinan berlalu lintas kepada para tukang becak dan sopir angkutan kota.

16. Berkurangnya Tingkat Kemacetan/ Kepadatan Lalu Lintas

Untuk menata transportasi yang baik diperlukan dukungan dari seluruh masyarakat, terutama dalam implementasi peraturan-peraturan yang telah ditetapkan. Untuk menata ketertiban tranportasi di dalam kota, selain dilakukan dengan pemasangan marka, rambu-rambu dan alat pemberi isyarat juga dilakukan penetapan Kawasan Tertib Lalu Lintas  pada Jalan-Jalan Utama Kota Probolinggo yaitu di Jl. Soekarno Hatta, Jl. Panglima Soedirman, Jl. Panjaitan, Jl. Soeroyo, Jl. Dr. Moch. Saleh, Jl. Gatot Subroto dan Jl. A. Yani.

17. Adanya Pengaturan Jalur Khusus Bagi Kendaraan Umum, Pribadi, Motor, Sepeda dan Pejalan Kaki

Selain itu juga dilakukan pengaturan jalur untuk kendaraan umum, pribadi, sepeda motor yang diatur dengan rambu-rambu yang telah terpasang. Pengaturan juga dilakukan terhadap  truk / bis  agar tidak masuk ke dalam kota, tetapi melalui Jalur Lingkar Utara dan Lingkar Selatan. Sedangkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan / kemacetan maka telah dibuka akses jalan tembusan di belakang PT. Eratex Jaya yang menghubungkan Jl. Brantas  dengan Jl. Supriyadi.

Untuk mengadakan pengawasan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan perparkiran di tepi jalan-jalan umum dibentuk Tim Teknis Operasional Parkir di Tepi Jalan Umum yang ditetapkan dengan Keputusan Walikota Probolinggo Nomor : 188.45/ 278/ KEP/ 425.012/ 2005. Sedangkan untuk parkir di tepi jalan umum tidak dipungut biaya secara langsung, karena Pemerintah Kota Probolinggo telah mengimplementasikan sistem parkir berlangganan yang dipungut pada saat perpanjangan atau pembayaran pajak kendaraan di kantor Samsat. Untuk retribusi parkir ini ditetapkan Peraturan Daerah Kota Probolinggo Nomor : 13 Tahun 2005 tentang Retribusi Parkir.

 

18. Adanya Bengkel Pemantau Emisi Gas Buang

Selain pengendara yang terjamin kelayakannya, kendaraan yang digunakan juga harus terjamin kelayakannya. Untuk itu Dinas Perhubungan melakukan pengecekan dan pembinaan terhadap bengkel-bengkel yang ada di Kota Probolinggo dan saat ini terdapat 20 bengkel yang telah terakreditasi.

 

19. Adanya Program Pelatihan Smart Driving Untuk Pengemudi

Dalam rangka menurunkan terjadinya kasus kecelakaan/ pelanggaran lalulintas dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengendarai kendaraan secara aman dan baik maka Pemerintah Kota Probolinggo memberikan sosialisasi dan pembinaan tentang kedisplinan berlalu lintas kepada para tukang becak dan sopir angkutan kota. Selain itu untuk menjamin kelayakan pengemudi kendaraan bermotor, maka setiap pengendara harus memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM). Pelayanan pengurusan SIM untuk perpanjangan ataupun pembuatan baru telah dilakukan pelayanan secara link dan keliling yang dilaksanakan setiap hari Kamis.

Pemerintah Kota Probolinggo telah menerapkan Program Kota Sehat pada Tatanan Kawasan Tertib Lalu Lintas dan Pelayanan Transportasi yang bertujuan untuk mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan yang sehat, aman, tertib, teratur, nyaman dan efisien melalui manajemen lalu lintas dan rekayasa lalu lintas. Tata cara berlalu lintas di jalan diatur dengan peraturan perundangan menyangkut arah lalu lintas, prioritas menggunakan jalan, jalur lalu lintas dan pengendalian arus di persimpangan. Diharapkan dengan adanya Program Kota Sehat di Tatanan Kawasan Tertib Lalu Lintas dan Pelayanan Transportasi dapat meningkatkan keamanan, ketertiban dan kelancaran transportasi yang memungkinkan peluang investasi dan mewujudkan kota idaman yang sehat bagi masyarakat Kota Probolinggo.

 

 

 

Last Updated on Thursday, 23 June 2011 10:38