www.forumkotaprobolinggosehat.org

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Section Blog Sarana Lalu Lintas dan Pelayanan Transportasi Indikator Tatanan Kawasan Tertib Lalu Lintas dan Pelayanan Transportasi Tahun 2012

Indikator Tatanan Kawasan Tertib Lalu Lintas dan Pelayanan Transportasi Tahun 2012

E-mail Print PDF

Kota Sehat secara sederhana dapat diartikan sebagai kota yang situasi dan kondisinya menjamin seluruh penduduknya agar dapat melaksanakan tugas dan aktifitas masing-masing dengan baik dan produktif. Konsep Kota Sehat merupakan pola pendekatan untuk mencapai kondisi kota yang aman, nyaman dan sehat bagi warganya melalui upaya peningkatan kualitas lingkungan fisik, sosial dan budaya secara optimal sehingga dapat mendukung peningkatan produktifitas dan perekonomian wilayah (atau lebih bertujuan kepada good governance). Kota Sehat merupakan suatu gerakan untuk mendorong inisiatif masyarakat (capacity building) menuju hidup sehat.

Masalah-masalah perkotaan, seperti kepadatan lalu lintas, pencemaran udara, kriminalitas, pelayanan masyarakat yang kurang optimal dan meningkatnya penyakit pernapasan menjadi masalah yang dihadapi oleh masyarakat perkotaan. Jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat juga diikuti dengan peningkatan pencemaran udara. Zat-zat pencemar udara berbahaya seperti karbonmonoksida (CO), timbal (Pb), hidroksida (HC) dan oksida nitrogen (NOx) akan membawa dampak bahaya bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan perkotaan.

Melihat perkembangan masalah tersebut, lingkungan fisik, sosial dan budaya perkotaan berada pada situasi yang rawan. Apabila kecenderungan tersebut tidak dikendalikan, maka ketahanan daya dukung daerah perkotaan akan lemah.        Upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan fisik dan sosial secara terus–menerus dilakukan dengan memberdayakan masyarakat perkotaan, diharapkan dapat menciptakan kondisi yang mengarah kepada pencapaian kota idaman atau kota sehat yang memberikan kenyamanan, keamanan, ketentraman dan kesehatan bagi masyarakat perkotaan dalam menjalankan kegiatan kehidupannya

Dalam penyelenggaraan Program Kota Sehat Tahun 2012 di Kota Probolinggo khususnya Tatanan Kawasan Tertib Lalu Lintas dan Pelayanan Transportasi lebih difokuskan pada Terminal Bayuangga, Jl. Panglima Sudirman, Jl. Panjaitan dan Jl. Suroyo dimana hal ini sesuai dengan Keputusan Walikota Probolinggo No. 188.45/290/KEP/425.012/2012 tentang Penetapan Lokasi Binaan (Pilot Project) Pada Tatanan Kawasan Kota Probolinggo Sehat Tahun 2012.

 


Indikator Tatanan Kawasan Tertib Lalu Lintas & Pelayanan Transportasi

Dalam rangka mewujudkan Kota Probolinggo yang tertib lalu lintas dan transportasi, Pemerintah Kota Probolinggo telah melakukan berbagai inovasi  di bidang transportasi. Upaya ini telah dibuktikan dengan diraihnya Penghargaan Wahana Tata Nugraha pada tahun 2007 - 2011. Konsep Tatanan Kawasan Tertib Lalu Lintas dan Pelayanan Transportasi ini mencakup enam aspek penting, yaitu pelayanan angkutan umum, bis, angkota, pelayanan terminal dan halte, rawan kecelakaan, penataan, tertib lalulintas dan keselamatan serta kemasyarakatan. Kebijakan dan implementasi pengembangan Program Kota Sehat pada Tatanan Kawasan Tertib Lalu Lintas dan Pelayanan Transportasi di Kota Probolinggo dapat dijabarkan berdasarkan indikator sebagai berikut :


1. Adanya Kawasan Car Free Day

Dalam rangka mewujudkan udara yangbersih dan sehat serta meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Probolinggo dengan menggerakan sektor riil,maka Pemerintah Kota Probolinggo telah mengadakan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor(Car Free Day) setiap hari Minggu mulai pukul 06.00-09.00 WIB yang berlokasi di beberapa ruas jalan di Kota Probolinggo yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Pasar Sabtu Minggu (Tugu) dan kegiatan Morning On Panglima Sudirman (MPS2) setiap 3 (tiga) bulan sekali. Hal ini sesuai dengan Instruksi Walikota Probolinggo Nomor : 188.45/1/INST/425.012/2012 tentangPelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor Pada Kawasan Pasar Sabtu-Minggu.


 

2. Kondisi Terminal Bersih, Teratur dan Rapi

Di Terminal Bayuangga terdapat 5(lima) jalur pemberangkatan bis dan 6 (enam) jalur khusus angkutan kota yang dilengkapi dengan papan jurusan untuk memudahkan calon penumpang. Untuk penataan terminal ini telah ditetapkan Keputusan Walikota Probolinggo Nomor : 188.45/KEP/425.012/2006 tentang Terminal Transportasi Jalan Kota Probolinggo yang telah dilakukan petugas terminal agar keadaan terminal selalu tertib dan teratur. Selain itu agar keadaan terminal selalu bersih dan rapi maka dilakukan pembersihanbaik halaman di luar maupun di dalam terminal oleh petugas kebersihan yang dilakukan setiap hari.


 

3. Terdapat Fasilitas Umum di Terminal (Ruang Tunggu, Toilet, Tempat Parkir,Tempat Ibadah, Tempat Sampah, Taman, Fasilitas Kesehatan/ P3K)

DiTerminal Bayuangga telah disediakan ruang tunggu kedatangan/ keberangkatan bis yang dilengkapi dengan toilet, tempat sampah, musholla dan fasilitas tempat makan serta smoking area bagi perokok. Selain itu juga telah dilengkapi denganpos kesehatan dandisediakan petugas kesehatan dari Puskesmas Ketapang/ Dinas Kesehatan Kota Probolinggo untuk penumpang/ pengemudi yang akan memeriksakan kesehatannya. Dan bagi pengunjung/ pengantar penumpang telah disediakan tempat parkir untuk memarkir kendaraan dan tempat penitipan kendaraan motor bagi penumpang yang akan berpergian dengan menggunakan bis.


 

4. Kriminalitas/ Keluhan Kriminal di Terminal Berkurang

Untuk menjamin keamanan dan keselamatan penumpang di terminal baik yang datang ataupun yang akan bepergian maka telahdisediakanpetugas keamanan/ satpam pada terminal dan dilaksanakan operasi rutin oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja.

 

5. Adanya Larangan Merokok di Terminal &Kendaraan Umum

Untuk memenuhi syarat kendaraan umum yang bersih dan higienis serta bebas asap rokok, maka Dinas Perhubungan Kota Probolinggo telah mensosialisasikan dan membagikan stiker kepada setiap angkutan kota berupa himbauan untuk tidak merokok pada saat mengendarai angkot dengan sasaran sebanyak 215 unitangkot.

Untuk mendukung hal tersebut maka Pemerintah Kota Probolinggo telah menetapkan suatu kebijakan tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok sesuai dengan Surat Keputusan Walikota Probolinggo Nomor : 188.45/313/KEP/425.012/2010 yang diarahkan pada institusi kesehatan, kantor instansi pemerintah/ swasta, tempat-tempat umum, angkutan umum dan sekolah-sekolah. Sedangkan bagi perokok juga telah disediakansmoking area yang telah dilengkapi dengan kursi dan exhaust fan di Terminal Bayuangga.

 

6. Adanya Pemeriksaan Kelayakan Kendaraan Secara Rutin di Terminal

Dalam rangka mengawasi dan memastikan kendaraan angkot/ bis dapat beroperasi dengan aman dan laik jalan maka telah dilaksanakan pengujian kendaraan bermotor yang dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali pada Balai Pengujian Kendaraan Bermotor di Jl. KH. Genggong Kota Probolinggountuk diperiksa emisi gas buang (Smoke Tester/ COHC) dan kebisingan (Noise Tester)yang merupakan salah satu persyaratan laik jalan kendaraan bermotor.

Hingga tahun 2011 juga telah rutin dilakukan tes kesehatan bagi para supir bis yang akan berangkat dengan memeriksa terlebih dahulu tekanan darah dan urinenya oleh petugas Satlantas bersama dengan Dinas Perhubungan Kota Probolinggo sertamembagikanstiker kepada para supir bis untuk berlalu lintas dengan aman dan tertib.


 

7. Adanya Pemeriksaan Emisi Secara Rutin Kendaraan Umum Di Terminal

Untuk memenuhi persyaratan emisi kendaraan bermotor dilakukan uji kendaraan bermotor dengan pengecekan emisi gas buang (smoke tester/COHC) dan kebisingan (noise tester) sebagai salah satu persyaratan laik jalan. Hal ini sebagai tindak lanjut dari Peraturan Daerah Kota Probolinggo Nomor 19 Tahun 2001 tentang Pengujian Kendaraan Bermotor. Adapun kegiatanpengujian kendaraan ini dilakukan terhadap kendaraan bermotor jenis mobil bus, mobil barang, traktor, kereta gandengan, kereta tempelan dan kendaraan umum

Balai Pengujian Kendaraan Bermotor Kota Probolinggo terletak di Jl. KH Genggong dan telah memperoleh Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008 dari World Quality Assurance – South East Asia pada Unit Pelayanan Teknis Daerah Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Probolinggo.


 

8. Tren Angka Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas

Berdasarkan data Satlantas Kota Probolinggo, tingkat kecelakaan lalulintas di Kota Probolinggo mengalami peningkatan sebanyak 12 kasus dimana pada tahun 2010 sebanyak 102 kasus, sedangkan pada tahun 2011 sebanyak 114 kasus.Oleh sebab itudalam rangka menurunkan terjadinya kasuskecelakaan/ pelanggaran lalulintas dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengendarai kendaraan secara aman dan tertib, maka Pemerintah Kota Probolinggo telah memberikan sosialisasi dan pembinaan tentang kedisplinan dan ketertiban berlalu lintas kepada anak sekolah, sopir angkutan kota dan khususnya bagi tukang becak melalui Konggres Abang Becak pada tahun 2011.

Sementara itu, untuk mendukung kelancaran layanan transportasi serta terkait dengan penanganan dan pengelolaan manajemen angkutan daerah, di Kota Probolinggo telah dibentuk Badan Pembina Transportasi Daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Walikota Probolinggo Nomor  62 Tahun 2007 Tentang Badan Pembina Transportasi Daerah dan juga dibentuk Forum Lalulintas dan Angkutan Jalan Kota Probolinggo sesuai dengan Keputusan Walikota Probolinggo Nomor : 118.45/202/KEP/425.012/2010.


 

9. Adanya Fasilitas Pejalan Kaki Yang Layak Digunakan

Untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki maka Pemerintah Kota Probolinggo telah menyediakan beberapa fasilitas bagi pejalan kaki antara lain :

  • Trotoar sebagai jalur khusus pejalan kaki ;

  • Zebra Cross untuk memudahkan pejalan kaki menyeberang jalan ;

  • Moving Sign sebagai pengarah arus lalulintas untuk memudahkan pengguna jalan ;

  • Yellow Crossing sebagai sarana keselamatan pengguna jalan di perempatan dan sekolah-sekolah.


 

10. Kendaran Umum Bersih dan Bebas Rokok

Sebagai perwujudan kendaraan umum yang bersih dan bebas rokok maka telah dipasang stiker pada setiap angkutan kota berupa himbauan untuk tidak merokok pada saat mengendarai angkot pada 215 unitAngkot.

 

11. Pemeriksaan Kesehatan Rutin Pada Pengemudi

Pada Terminal Bayuangga telah disediakan pos kesehatan yang dikelola oleh Dinas Kesehatan Kota Probolinggo melalui petugas Puskesmas Ketapang sebagai sarana pemeriksaan kesehatan bagi pengunjung maupun pengemudi bis/ angkot di terminal. Dan hingga tahun 2011 juga telah rutin dilakukan tes kesehatan bagi para supir bis yang akan berangkat dengan memeriksa terlebih dahulu tekanan darah dan urinenya oleh petugas Satlantas bersama dengan Dinas Perhubungan Kota Probolinggo sertamembagikanstiker kepada para supir bis untuk berlalu lintas dengan aman dan tertib.

Selain itu guna memberikan layanan kepada korban kecelakaan disiapkan Puskesmas untuk memberikan Pelayanan Gawat Darurat antara lain Puskesmas Wonoasih, Puskesmas Kedopok dan Puskesmas Ketapang yang letaknya berada di daerah rawan kecelakaan.

 

12. Melaksanakan Standart Pelayanan Minimal di Terminal

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat maka telah dibentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal Bayuangga sesuai dengan Keputusan Walikota Nomor : 16 Tahun 2008. Selain itu juga telah disusun dan dilaksanakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada Terminal Bayuangga dimana salah satu kegiatannya yaitu berupa penyediaan alat Visual Moving Sign (VMS) untuk memberikan informasi keberangkatan angkutan bus bagi calon penumpang di Terminal Bayuangga.


 

13. Adanya Pemantauan Kualitas Udara Ambien di Terminal

Secara rutin telah dilakukan pemeriksaan analisa udara ambiendi Terminal Bayuangga. Dari hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pencemaran udara tersebut masih di bawah baku mutu sesuai dengan Peraturan Gubernur Jatim Nomor10 tahun 2009 tentang Baku Mutu Udara Ambien dan Emisi Sumber Tidak Bergerak di Jawa Timur.

 

14. Adanya Pemantauan Kualitas Udara Ambien diKawasan Perkotaan/Padat Lalu Lintas

Dalam rangka mengetahui kualitas udara ambien di kawasan perkotaan atau kawasan padat lalu lintas maka Pemerintah Kota Probolinggo melalui BLH bekerjasama dengan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Surabaya telah mengadakan pengukuran secara rutin dimana berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan hasil bahwa kualitas udara (emisi gas) masih memenuhi syarat baku mutu sesuai dengan Peraturan Gubernur Jatim Nomor10 tahun 2009 tentang Baku Mutu Udara Ambien dan Emisi Sumber Tidak Bergerak di Jawa Timur.


 

15. Tersedia Halte Yang Memenuhi Syarat

Pemerintah Kota Probolinggo telah membangun halteuntuk memberikan tempat bagi masyarakat yang menunggu angkutan kota (angkot) dan menaikkan/ menurunkan penumpang.Lokasi halte-halte tersebut diletakkanditempat-tempat yang strategis dan sejuk sehingga masyarakat yang menunggu angkot dapat duduk ataupun sekedar berteduh sejenak dari panasnya terik matahari ataupun hujan.

Jumlah halte di Kota Probolinggo sebanyak 17 halte yang berfungsi dan dalam kondisi baik serta dilengkapi dengan fasilitas utama dan fasilitas tambahan sebagaimana yang dipersyaratkan.


 

16. Tersedia Rambu Peringatan di Daerah Rawan Kecelakaan

Guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan maka pada jalur-jalur tertentu dan rawan kecelakaan utamanya pada Kawasan Tertib Lalu Lintas telah terpasang rambu-rambu lalu lintas.Beberapa inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Probolinggo dalam bidang lalulintas antara lain :

  • Pembuatan yellow crossing pada setiap perempatan dan sekolah-sekolah. Hal ini dimaksudkan sebagai sarana keselamatan pengguna jalan di perempatan dan sekolah-sekolah ;

  • Fasilitas keselamatan sekolah sebagai zone tersendiri merupakan sarana jaminan keselamatan bagi siswa sekolah-sekolah ;

  • Pulau lalu lintas sebagai pengarah arus lalulintas untuk memudahkan pengguna jalan ;

  • Pemasangan moving sign lalu lintas untuk himbauan kepada masyarakat pengguna jalan agar senantiasa mentaati peraturan lalu lintas ;

  • Pemasangan CCTV di perempatan, sebagai pengontrol kepadatan arus lalu lintas dan pemantauan pelanggaran lalu lintas di persimpangan.


 

17. Tingkat Kemacetan/ Kepadatan Lalu Lintas Pada Jam Sibuk

Untuk menata transportasi yang baik diperlukan dukungan dari seluruh masyarakat terutama dalam implementasi peraturan-peraturan yang telah ditetapkan. Oleh sebabitu dilakukan pengaturan jalur untuk kendaraan umum, pribadi, sepeda motor yang diatur dengan rambu-rambu yang telah terpasang. Pengaturan juga dilakukan terhadap truk / bis  agar tidak masuk ke dalam kota, tetapi melalui Jalur Lingkar Utara dan Lingkar Selatan.

Sedangkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan/ kemacetan pada saat pulang kerja maka telah dibuka akses jalan tembusan di belakang PT. Eratex Jaya yang menghubungkan Jl. Brantas dengan Jl. Supriyadi.Selain itu juga telah disediakan Pos Pantau Lalu Lintas pada jalan utama Kota Probolinggo (Jl. Panglima Sudirman dan Jl. Soekarno Hatta) untuk mengawasi keadaan lalu lintas yang dikelola/ diawasi antara Satlantas dengan Dinas Perhubungan Kota Probolinggo.


 

18. Adanya Pengaturan Jalur Khusus Bagi Kendaraan Umum, Pribadi, Motor, Sepedadan Pejalan Kaki

Telah dilakukan pengaturan jalur untuk kendaraan umum, pribadi, sepeda motor yang diatur dengan rambu-rambu yang telah terpasang. Pengaturan juga dilakukan terhadap  truk/ bis  agar tidak masuk ke dalam kota, tetapi melalui Jalur Lingkar Utara dan Lingkar Selatan.

Untuk mengadakan pengawasan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan perparkiran di tepi jalan-jalan umum dibentuk Tim Teknis Operasional Parkir di Tepi Jalan Umum yang ditetapkan dengan Keputusan Walikota Probolinggo Nomor: 188.45/278/KEP/425.012/2005. Sedangkan untuk parkir di tepi jalan umum tidak dipungut biaya secara langsung karena Pemerintah Kota Probolinggo telah mengimplementasikansistem parkir berlangganan yang dipungut pada saat perpanjangan atau pembayaran pajak kendaraan di kantor Samsat. Untuk retribusi parkir ini ditetapkan Peraturan Daerah Kota Probolinggo Nomor : 13 Tahun 2005 tentang Retribusi Parkir.


 

19. Adanya Bengkel Pemantau Emisi Gas Buang

Selain pengendara yang terjamin kelayakannya, kendaraan yang digunakan juga harus terjamin kelayakannya. Untuk itu Dinas Perhubungan Kota Probolinggo melakukan pengecekan dan pembinaan terhadap bengkel-bengkel yang ada di Kota Probolinggo dan hingga saat ini terdapat 20 bengkel yang telah terakreditasi.

 

20. Adanya Program Pelatihan Smart Driving Untuk Pengemudi

Dalam rangka menurunkan terjadinya kasuskecelakaan/ pelanggaran lalulintas dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengendarai kendaraan secara aman dan baik maka maka Pemerintah Kota Probolinggo secara rutin telah memberikan sosialisasi dan pembinaan tentang kedisplinan dan ketertiban berlalu lintas kepada anak sekolah, sopir angkutan kota dan bagi tukang becak melalui Konggres Abang Becak pada tahun 2011.

 

21. Adanya Peraturan Dalam Bidang Transportasi

Pemerintah Kota Probolinggo telah menyusun dan melaksanakan berbagai kebijakan/ peraturan baik dalam bentuk Peraturan Daerah maupun Keputusan Walikota Probolinggo yang mengatur tentang pelaksanaan teknis perparkiran, pengujian kendaraan bermotor, pelaksanaan car free day dan sebagainya. Selain itu juga telah dibentuk Forum Lalulintas dan Angkutan Jalan Kota Probolinggo untuk mewujudkan keadaan lalu lintas yang tertib dan aman.

 

22. Fasilitas Pengujian Kendaraan Bermotor

Di Kota Probolinggo telah ada fasilitas pengujian kendaraan bermotor pada Balai Pengujian Kendaraan Bermotor Kota Probolinggo dan telah memperoleh Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008 dari World Quality Assurance – South East Asia. Keberadaan Balai Pengujian Kendaraan Bermotor telah dapat melayani kendaraan wajib uji yang ada di Kota Probolinggo dan alat uji kendaraan secara berkala senantiasa dilakukan pengecekan agar selalu sesuai dengan standarpelayanan. Selain itu juga telah tersedia bengkel-bengkel yang memeriksa dan menservis kendaraan bermotor agar selalu dalam keadaan laik jalan.


 

23. Rata-Rata Waktu Pelayanan Transportasi

Keberadaan Terminal Bayuangga di Kota Probolinggo (Terminal Type A) adalah dilengkapi dengan fasilitas terminal sebagaimana ketentuan yang meliputi fasilitas utama dan fasilitas tambahan dalam kondisi baik dan berfungsi sesuai peruntukkannya. Dalam rangka meningkatkan pelayanan transportasi di Kota Probolinggo, maka di Terminal Bayuangga telah tersedia/ beroperasi bis yang siap membawa penumpang ke berbagai jurusan selama 24 jam dan untuk angkutan kota telah beroperasi mulai pagi sampai malam hari sehingga sangat memudahkan bagi calon penumpang yang memerlukan sarana transportasi publik.

 

24. Kemudahan Mendapatkan Angkutan Umum

Pelayanan angkutan umum di Kota Probolinggo mudahuntuk ditemukan utamanya angkutan kota baik pada setiap ruas jalan yang mengakses sekolah maupun tempat – tempat hiburan dan sentral bisnis di Kota Probolinggo sehingga memudahkan bagi calon penumpang yang memerlukan sarana transportasi publik. Pelayanan ini beroperasi mulai pagi sampai malam hari sehingga sangat memudahkan bagi calon penumpang yang ada dan memerlukan sarana transportasi publik. Selain itu juga telah disediakan halte untuk memberikan tempat bagi masyarakat yang menunggu angkutan kota (angkot) dan menaikkan/ menurunkan penumpang di berbagai ruas kota.

 

25. Ketersediaan Tempat Pemberhentian Angkutan Umum

Bagi calon penumpang angkutan umum di Kota Probolinggo telah disediakan shelter dan beberapa halte sebagai tempat pemberhentian angkutan umum.Shelter dan halte tersebut dibangun pada beberapa tempat yang sangat strategis utamanya di dekat sekolah, tempat kesehatan dan sentral bisnis.

 

26. Tingkat Kepatuhan Terhadap Peraturan Lalu Lintas

Masyarakat Kota Probolinggo telah mempunyai kesadaran dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas hal itu dibuktikan dengan kepatuhan untuk menggunakan helm standar, menyalakan lampu disiang hari khususnya bagi pengguna sepeda motor dan juga penggunaan sabuk pengaman serta kepatuhan terhadap lampu traffic light dipersimpangan serta marka dan rambu – rambu lalu lintas yang telah terpasang.


 

27. Jumlah Rambu Exiting

Dalam rangka menunjang ketertiban dan keselamatan berlalu lintas maka telah dipasang rambu – rambu lalu lintas baik yang sesuai standar maupun rambu over head yang dapat memudahkan bagi pengguna jalan untuk mengikuti dan mematuhi rambu lalu lintas.


 

28. Jumlah APILL, Pelican Crossing, Warning Light di Ruas Jalan Kab/ Kota

Pada beberapa ruas persimpangan telah terpasang APILL, pelican crossing dan warning light guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan akibat kekurang hati – hatinya para pengguna jalan pada jalur-jalur tertentu dan rawan kecelakaan utamanya pada Kawasan Tertib Lalu Lintas di jalananKota Probolinggo. Keberadaan APILL, pelican crossingdan warning lightdi Kota Probolinggo sesuai dengan tingkat kebutuhan dan semua telah dilengkapi dengan fasilitas pelengkap serta dalam kondisi baik dan berfungsi normal.

 

29. Pagar Pengaman (Guard Rail)

Guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan maka pada jalur-jalur tertentu utamanya pada kawasan yang rawan kecelakaan dan beberapa persimpangan maka telah terpasang pagar pengaman jalan (guard rail) untuk melindungi para pejalan kaki guna memperkecil angka kecelakaan utamanya pada Kawasan Tertib Lalu Lintas.


 

30. Kondisi Marka Jalan

Semua ruas jalan telah dilengkapi dengan marka jalan baik berupa marka tepi dan marka tengah dimana sebagian besar dalam kondisi baik dan berfungsi. Untuk marka jalan yang sudah pudar terutama pada jalan arteri/ utamamaka telah dilakukan pengecatan dan perbaikan.


 

31. Penerangan Jalan Umum

Penerangan jalan umum merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari adanya jalan. Tujuan utama dari penerangan jalan adalah untuk menghasilkan kecepatan, keakuratan, dan kenyamanan penglihatan di waktu malam hari, menjaga kualitas jarak pandang, serta memudahkan bagi kendaraan yang melintas dan juga pejalan kaki. Fungsi penerangan jalan umum selain untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengendara, khususnya untuk mengantisipasi situasi perjalanan pada malam hari juga untuk keamanan lingkungan atau mencegah kriminalitas serta untuk memberikan kenyamanan dan keindahan lingkungan jalan.

Dalam rangka mengantisipasi terjadinya kecelakaan dan menghindari adanya rawan kejahatan akibat kurangnya penerangandi malam hari terutamapada jalan utama di Kota Probolinggo (khususnya Kawasan Tertib Lalu Lintas)maka telah dipasangpenerangan jalan umum yang berfungsi dengan baik dan normal baik pada jalan arteri, jalan kolektor, jalan lokal maupun jalan lingkungan.


Last Updated on Friday, 31 August 2012 14:29